Port Numbay, 2 September 2025 Aksi protes damai menolak program militerisasi di tanah Melanesia Papua Barat digelar hari ini di Kota Port Numbay. Aksi ini diorganisasi oleh sejumlah aktivis dan mahasiswa dari berbagai universitas yang berada di kota tersebut.
Para peserta aksi menyuarakan penolakan terhadap kebijakan peningkatan kehadiran militer di wilayah Melanesia, Papua Barat, yang mereka nilai sebagai bentuk intimidasi terhadap masyarakat sipil dan ancaman bagi ruang demokrasi di tanah Melanesia Papua Barat.
Aksi yang berlangsung secara tertib dan damai ini dimulai sejak pagi hari, dengan massa berkumpul di beberapa titik kumpul atau kampus dan kemudian bergerak menuju pusat kota. Dalam orasinya, para mahasiswa menyampaikan tuntutan agar pemerintah segera menghentikan pendekatan militeristik dan menggantinya dengan dialog yang adil dan bermartabat.
“Kami menolak segala bentuk militerisasi yang justru memperparah konflik dan pelanggaran HAM di Papua. Tanah ini adalah tanah damai, bukan ladang kekerasan,” ujar salah satu orator dari kelompok mahasiswa.
Selain orasi, aksi juga diwarnai dengan Pembacaan statement, pembentangan spanduk, dan nyanyian perjuangan yang menggambarkan semangat perlawanan rakyat Papua Melanesia Barat terhadap ketidakadilan struktural yang mereka alami.
Hingga siang hari, aksi berlangsung aman dengan pengawalan dari aparat kepolisian. Para peserta aksi menyatakan bahwa perjuangan mereka akan terus berlanjut hingga tercapainya tanah Papua - tanah Melanesia yang damai, adil, dan bebas dari intimidasi militer.
Red/CS










0 Komentar
Silahlan tulis komentar anda