MEDIA FAJAR TIMUR

teksss

Ticker posts

SELAMAT BERKUNJUNG DI ALAMAT INI

Header Widget

Sawah Responsive Advertisement

Antara Frame dan Paragraf” (versi Gedi Layu)

 Antara Frame dan Paragraf” (versi Gedi Layu)

 

Namanya Gedi Layu, admin sekaligus editor berita di sebuah portal lokal bernama Suara Timur.
Setiap pagi, sebelum matahari menyentuh atap-atap rumah kayu di pinggir kota, Gedi sudah duduk di depan dua layar monitor.

Satu menampilkan halaman upload video YouTube dengan ikon panah ke atas yang menunggu file diunggah.

Satu lagi menampilkan laman editor berita yang kosong, hanya ada kata “Judul” di atas ruang putih panjang.

“Berita hari ini harus naik dalam dua bentuk,” gumamnya pelan, meneguk kopi hitam yang sudah tak terlalu hangat.

Ia baru saja pulang dari lapangan — meliput banjir di distrik tetangga. Tangannya masih bau lumpur, tapi pikirannya sudah tertuju pada timeline editing.
Potongan video drone ia susun di Premiere Pro, lalu ia tambahkan suara narasi yang direkam semalam:

“Warga mulai mengungsi sejak dini hari, sementara petugas masih mengevakuasi anak-anak dari rumah-rumah yang terendam…”


Setelah video selesai, ia unggah ke kanal YouTube Suara Timur Visual, memberi judul:
“Banjir Besar di kota — Ratusan Warga Mengungsi”

Kemudian ia beralih ke tab lain.
Di laman Website Editor, ia menulis dengan tempo yang berbeda. Kata-kata mengalir lebih hati-hati, tak sekadar menjelaskan, tapi menafsir.

“Banjir kali ini bukan hanya tentang air. Ia tentang janji-janji perbaikan drainase yang tertunda, tentang warga yang belajar kembali untuk sabar.”

Gedi tahu, dua karya itu punya napas berbeda.
Yang satu berbicara lewat gambar dan suara.
Yang satu berbicara lewat kata dan makna.
Namun keduanya lahir dari tangan yang sama — tangan admin yang tak pernah benar-benar tidur.


Malamnya, setelah berita naik, Gedi membuka halaman AdSense.
Angka di pojok kanan menunjukkan saldo bertambah: Rp 684.922.
Ia tersenyum kecil — bukan karena nominalnya besar, tapi karena setiap klik, setiap tayangan, berarti seseorang di luar sana menonton dan membaca hasil kerjanya.

Gedi menatap layar, menulis catatan kecil di buku kerja:
“Berita bukan hanya tentang apa yang terjadi, tapi bagaimana ia disampaikan — dalam frame, atau dalam kalimat.”

Dan malam itu, ketika notifikasi komentar pertama muncul di YouTube —
“Terima kasih sudah liput daerah kami!” — Gedi tahu, lelahnya hari itu punya arti.

Posting Komentar

0 Komentar