MEDIA FAJAR TIMUR

teksss

Ticker posts

SELAMAT BERKUNJUNG DI ALAMAT INI

Header Widget

Sawah Responsive Advertisement

Bangsa ini Akan Bangkit

Bangsa ini Akan Bangkit
Judul : Bangsa ini Akan Bangkit

_Embun masih menempel di dedaunan ketika Tobias, seorang guru muda dari pedalaman Papua, duduk di depan papan tuli. Di dinding sekolah bambu itu tergantung kayu kecil dan tulisan lusuh:
“Bangsa ini akan bangkit memimpin dirinya sendiri.”

Setiap pagi, Tobias menatap kalimat itu dengan dada berat. Ia mengajarkannya pada murid-muridnya bukan sekadar sebagai kalimat sejarah, tapi sebagai janji iman.

Namun di kampungnya, kenyataan berbeda.
Banyak anak muda menghabiskan hari dengan saguer, malas bekerja di kebun, dan saling iri satu sama lain. Di jalan-jalan, suara tawa bercampur dengan pertengkaran kecil yang tak pernah berakhir. Tobias tahu — bukan karena tanah ini miskin, tapi karena jiwa manusia di sini masih terikat.

Suatu sore, Tobias duduk di tepi sungai, memandangi arus yang membawa daun-daun kering. Seorang tua mendekatinya, membawa noken berisi hasil kebun.
“Anak muda,” katanya pelan, “air sungai ini mengalir karena ia tahu arah turun gunung. Tapi manusia bisa tersesat, karena ia lupa arah ke dalam hatinya.”

Tobias diam.
Kata-kata itu menembus pikirannya. Ia teringat kalimat Kijne, terucap kembali dalam batinnya: “Bangsa ini akan bangkit memimpin dirinya sendiri.”
Tiba-tiba ia mengerti — kebangkitan bukan sekadar menunggu perubahan dari atas, tapi membangun kesadaran dari bawah, dari hati setiap orang yang mau berubah.

Keesokan harinya, Tobias datang ke sekolah lebih pagi. Ia menulis besar-besar di papan tulis:

“Kita mulai dari diri sendiri.
Lawan malas dengan kerja.
Lawan iri dengan syukur.
Lawan mabuk dengan doa.
Lawan dendam dengan pengampunan.”

Anak-anak memperhatikannya. Di mata mereka, Tobias melihat secercah cahaya — kecil, tapi nyata. Ia tahu, di sinilah kebangkitan itu dimulai:
bukan di kota, bukan di istana, tetapi di hati anak-anak Papua yang belajar memimpin dirinya sendiri.

#fyp #foto #teks

Posting Komentar

0 Komentar