MEDIA FAJAR TIMUR

teksss

Ticker posts

SELAMAT BERKUNJUNG DI ALAMAT INI

Header Widget

Sawah Responsive Advertisement

Mahkota Burung Cendrawasih Dibakar

Mahkota Burung Cenderawasih Dibakar
 Judul: Mahkota Burung Cendrawasih Dibakar

_Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan sekelompok orang berseragam aparat dan pejabat pemerintah membakar sejumlah mahkota tradisional Papua yang dihiasi bulu burung cendrawasih. Aksi tersebut menuai kecaman luas dari masyarakat Papua dan pemerhati budaya.

Dalam video berdurasi singkat itu, tampak beberapa orang berdiri di depan gedung berwarna hijau sambil memasukkan mahkota ke dalam tong besi yang telah menyala api. Di sekitar mereka terdapat kotak kardus yang berisi benda-benda serupa.

Tindakan itu disebut sebagai bentuk penegakan hukum terhadap perdagangan satwa dilindungi. Namun bagi banyak orang Papua, aksi tersebut dianggap tidak menghormati nilai budaya dan simbol adat yang melekat pada mahkota tersebut.

Para Netizen di plafon media sosial menilai tindakan itu sangat melukai perasaan.

“Hanya orang-orang tidak waras yang melakukan hal ini dan tidak menghargai budaya orang asli Papua dengan mahkota cendrawasih sebagai simbol kekayaan budaya bangsa yang ada di Papua,”.

Burung cendrawasih sendiri merupakan satwa langka dan dilindungi oleh undang-undang di Indonesia. Berdasarkan UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, siapa pun yang menangkap, membunuh, memperniagakan, atau merusak bagian tubuh satwa dilindungi dapat dikenai hukuman pidana.

Mahkota yang terbuat dari bulu burung cendrawasih bukan sekadar hiasan, melainkan simbol status sosial, kehormatan, dan identitas budaya masyarakat Papua yang diwariskan turun-temurun.

Para Netizen berharap, penegakan hukum perdagangan satwa dilindungi yang di sita dilakukan dengan hal hal yang lebih menghormati nilai-nilai adat dan tidak menyinggung martabat masyarakat Papua.

“Jika memang ingin melindungi satwa, lakukan dengan edukasi dan penghormatan terhadap budaya ( menyimpangnya dengan baik), bukan dengan membakar simbol-simbol adat kami,” .

#fyp #foto #teks

Posting Komentar

0 Komentar