Judul : Kunjungan di Skendi
Pagi itu, langit Skendi masih diselimuti embun tipis ketika seorang pejabat tinggi negara memulai agenda hari keduanya di Provinsi Papua Barat Daya. Jam menunjukkan pukul 06.30 WIT, saat ia melangkah ringan menggunakan sandal jepit, sebuah pilihan sederhana yang seakan menyatu dengan suasana pedesaan yang tenang.
Destinasi pertamanya adalah Gunung Batu Skendi, sebuah formasi alam unik yang menjadi kebanggaan masyarakat setempat. Cahaya matahari yang mulai menyelinap di antara pepohonan membuat permukaan batu tampak berkilau lembut, memperlihatkan lapisan-lapisan tanah dan mineral yang membentuk lanskap khas daerah tersebut.
Tanpa jarak atau sekat, pejabat itu mendekati warga yang sedang bekerja sebagai pemecah batu, sebuah profesi yang telah lama menjadi sumber penghidupan utama di wilayah itu. Ia berbincang langsung dengan mereka—menanyakan kondisi kerja, tantangan sehari-hari, hingga harapan-harapan kecil yang ingin mereka wujudkan.
Percakapan berlangsung hangat. Para pekerja terlihat nyaman, bahkan sesekali tersenyum saat menyampaikan cerita. Kunjungan ini bukan sekadar meninjau, melainkan sebuah usaha untuk mendengar langsung suara masyarakat, memahami kehidupan di balik angka-angka laporan, serta merasakan denyut aktivitas yang membangun Papua Barat Daya dari akar rumput.
Bagi masyarakat Skendi, hari itu menjadi momen bersejarah. Bukan hanya karena seorang pemimpin nasional hadir di kampung mereka, tetapi karena ia datang dengan langkah sederhana, hati yang terbuka, dan kesediaan untuk benar-benar melihat kehidupan mereka sebagaimana adanya.
Catatan : Hanya cerita
#fyp #foto









0 Komentar
Silahlan tulis komentar anda