PBD – Kepolisian memastikan terduga pelaku penikaman terhadap seorang ibu rumah tangga (IRT) di Distrik Aimas, Kabupaten Sorong, telah melarikan diri dan saat ini diketahui berada di luar wilayah Kabupaten Sorong.
Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polres Sorong, AKP Gerryliyus Febrera, mengatakan aparat kepolisian masih melakukan pengejaran intensif terhadap terduga pelaku yang diduga telah keluar dari wilayah hukum Polres Sorong.
“Berdasarkan hasil pelacakan, posisi terakhir terduga pelaku diketahui sudah berada di luar Kabupaten Sorong. Saat ini pengejaran dilakukan dengan melibatkan jajaran Polres Maybrat,” ujar AKP Gerryliyus di Mapolres Sorong, Senin (19/1/2026).
Ia menjelaskan, selain berkoordinasi dengan lintas Polres, pihaknya juga terus melaporkan perkembangan penanganan kasus tersebut kepada jajaran Polda Papua Barat Daya guna mempercepat proses penangkapan.
Dalam kesempatan itu, AKP Gerryliyus juga mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat agar menahan diri dan tidak terpancing emosi, sehingga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Distrik Aimas dan sekitarnya tetap kondusif.
“Kami meminta semua pihak untuk menahan emosi dan menjaga situasi tetap aman. Saat ini fokus kami adalah pengejaran pelaku dan pendalaman kasus ini,” tegasnya.
Diketahui sebelumnya, peristiwa penikaman yang menewaskan seorang ibu rumah tangga (IRT) muda terjadi di depan Gereja Katolik Paroki Santo Bernardus Aimas, Kabupaten Sorong, pada Minggu (18/1/2026). Kasus tersebut kini dalam penanganan intensif pihak kepolisian.
Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polres Sorong, AKP Gerryliyus Febrera, mengatakan aparat kepolisian masih melakukan pengejaran intensif terhadap terduga pelaku yang diduga telah keluar dari wilayah hukum Polres Sorong.
“Berdasarkan hasil pelacakan, posisi terakhir terduga pelaku diketahui sudah berada di luar Kabupaten Sorong. Saat ini pengejaran dilakukan dengan melibatkan jajaran Polres Maybrat,” ujar AKP Gerryliyus di Mapolres Sorong, Senin (19/1/2026).
Ia menjelaskan, selain berkoordinasi dengan lintas Polres, pihaknya juga terus melaporkan perkembangan penanganan kasus tersebut kepada jajaran Polda Papua Barat Daya guna mempercepat proses penangkapan.
Dalam kesempatan itu, AKP Gerryliyus juga mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat agar menahan diri dan tidak terpancing emosi, sehingga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Distrik Aimas dan sekitarnya tetap kondusif.
“Kami meminta semua pihak untuk menahan emosi dan menjaga situasi tetap aman. Saat ini fokus kami adalah pengejaran pelaku dan pendalaman kasus ini,” tegasnya.
Diketahui sebelumnya, peristiwa penikaman yang menewaskan seorang ibu rumah tangga (IRT) muda terjadi di depan Gereja Katolik Paroki Santo Bernardus Aimas, Kabupaten Sorong, pada Minggu (18/1/2026). Kasus tersebut kini dalam penanganan intensif pihak kepolisian.
Red/CS









0 Komentar
Silahlan tulis komentar anda