MEDIA FAJAR TIMUR

teksss

Ticker posts

SELAMAT BERKUNJUNG DI ALAMAT INI

Header Widget

Sawah Responsive Advertisement

Yayasan Mutiara Hitam Papua dan Black Pearl Network Australia Pantau Perkembangan BPEC di Maybrat


Maybrat – Fred Bundah, Direktur Yayasan Mutiara Hitam Papua, bersama Ross Gobby yang mewakili Black Pearl Network Australia, melakukan kunjungan resmi ke Klasis GKI Ayamaru, Jemaat GKI Paulus Soroan, pada Senin, 19 Januari 2026. Kunjungan ini bertujuan untuk memantau perkembangan program Black Pearl English Course (BPEC) Maybrat, sekaligus memperkuat koordinasi dengan Klasis GKI Maybrat dalam pengembangan pembelajaran Bahasa Inggris bagi anak-anak di wilayah tersebut.

Ketua Klasis GKI Ayamaru, Pdt. Abraham Semunya, S.Si., menyampaikan dukungan penuh terhadap keberlanjutan program BPEC. Ia menegaskan bahwa pihak klasis berkomitmen menjaga kemitraan dengan Yayasan Mutiara Hitam Papua dan Black Pearl Network Australia agar program ini dapat terus berjalan, menjangkau lebih banyak anak, serta memberikan pelayanan pendidikan yang berdampak positif bagi masyarakat Kabupaten Maybrat.

Dukungan serupa juga disampaikan oleh Ketua PHMJ GKI Paulus Soroan, Pdt. Carolina Maya Lulu, S.Th. Ia mengapresiasi kontribusi Black Pearl English Course yang telah aktif mengajar anak-anak di lingkungan Jemaat GKI Paulus Soroan. Menurutnya, kehadiran program ini semakin menumbuhkan kepedulian jemaat dalam mendidik anak-anak sebagai generasi emas gereja dan daerah.

Dalam sambutannya, Fred Bundah menekankan pentingnya penguasaan Bahasa Inggris sebagai pintu masuk menuju berbagai peluang pendidikan dan pekerjaan. Ia menjelaskan bahwa keterampilan berbahasa Inggris dapat membantu anak-anak Maybrat memperoleh beasiswa, baik di dalam maupun luar negeri, serta membuka kesempatan kerja, khususnya di sektor pariwisata.

“Melalui program ini, kami ingin membantu mengembangkan potensi yang dimiliki anak-anak di Kabupaten Maybrat agar mereka siap bersaing dan berkontribusi bagi pembangunan daerahnya,” ujar Fred Bundah.

Program BPEC diharapkan terus berkembang sebagai sarana peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya bagi anak-anak di wilayah Papua Barat Daya.


Writer. Sp


Posting Komentar

0 Komentar