MEDIA FAJAR TIMUR

teksss

Ticker posts

SELAMAT BERKUNJUNG DI ALAMAT INI

Header Widget

Sawah Responsive Advertisement

Aksi Persatuan Mama-mama Asli Papua diFakfak, Desak Pembangunan Pasar Khusus

Spanduk berisi enam tuntutan Pemanas Papua Kabupaten Fakfak
 
Fakfak - Persatuan Mama-Mama Asli Papua (Pemanas Papua) Kabupaten Fakfak mendesak Pemerintah Daerah setempat untuk segera membangun Pasar Mama-Mama Papua serta lebih serius memperhatikan pemenuhan hak-hak Orang Asli Papua (OAP). Aspirasi tersebut disampaikan melalui aksi penyampaian pendapat di Gedung DPRK Fakfak, Jumat 23 Januari 2026.

Dalam aksi tersebut, mama-mama Papua membentangkan spanduk berisi enam tuntutan utama yang berkaitan dengan hak ekonomi, sosial, keterlibatan birokrasi, hingga perlindungan lingkungan hidup di Tanah Papua, khususnya di Kabupaten Fakfak.

Persatuan Mama-Mama Asli Papua (Pemanas Papua) Kabupaten Fakfak, saat melakukan audiens bersama DPRK Fakfak, 

Koordinator Pemanas Papua, Lusia Patiran, menegaskan perjuangan mereka bukan untuk meminta perlakuan istimewa, melainkan menuntut penghargaan yang layak sebagai pemilik tanah adat.

“Kami mama-mama Papua tidak menuntut untuk dihormati secara berlebihan, tetapi meminta dihargai di atas tanah leluhur kami sendiri, Tanah Papua,” ujarnya dalam forum audiensi.

Salah satu tuntutan utama adalah kepastian lokasi pembangunan pasar khusus bagi mama-mama asli Papua. Menurut mereka, keberadaan pasar tersebut sangat penting sebagai ruang ekonomi yang layak, aman, dan berkelanjutan bagi mama-mama dalam menjalankan aktivitas jual beli untuk menopang ekonomi keluarga.

“Pasar mama-mama ini bukan sekadar tempat jualan, tapi tempat kami bertahan hidup, menyekolahkan anak-anak, dan menghidupi keluarga. Karena itu kami minta pemerintah segera pastikan lokasinya dan bangun secara permanen,” tegas Lusia.

Selain pasar, Pemanas Papua juga meminta pemerintah daerah segera membangun pondok pinang permanen bagi mama-mama Papua. Fasilitas yang selama ini digunakan dinilai masih bersifat sementara dan belum memadai untuk menunjang aktivitas perdagangan secara layak.

Mama-mama Papua juga menuntut alokasi dana pinjaman khusus sebagai dukungan modal usaha, perhatian terhadap pendidikan anak-anak mereka, serta jaminan layanan kesehatan yang layak bagi OAP di Fakfak. Di bidang pemerintahan, mereka mendorong agar keterlibatan Orang Asli Papua dalam jabatan strategis di lingkungan birokrasi daerah lebih diperhatikan.

Tak hanya itu, Pemanas Papua turut menyerukan penghentian aktivitas perusakan hutan dan alam Papua.

“Hutan dan alam Papua adalah jaminan masa depan anak cucu kami. Kalau hutan rusak, kami juga yang paling terdampak. Karena itu kami minta hentikan perusakan alam,” tutupnya.

Posting Komentar

0 Komentar