Nabire, 17 Juni 2026 – Yayasan Mutiara Hitam Papua (YMHP) secara resmi menutup kegiatan Teachers Conference 2026 pada Rabu, 17 Juni 2026 pukul 09.00 WIT, bertempat di Kantor Black Pearl English Academy (BPEA), Sriwini, Kali Mangga Bawah Jl Yosudarso, Kabupaten Nabire. Kegiatan yang berlangsung selama sepuluh hari, sejak 8 hingga 17 Juni 2026, berjalan dengan lancar dan mencapai tujuan yang telah direncanakan.
Acara penutupan dihadiri secara daring melalui Zoom oleh Ketua Yayasan Mutiara Hitam Papua, Fred K.C. Bundah, S.Si., yang saat ini sedang menempuh studi Magister di Adelaide, Australia. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa Teachers Conference merupakan bagian dari upaya yayasan dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia, khususnya para guru yang terlibat dalam Program Black Pearl English Course (BPEC).
Menurut Fred Bundah, pelatihan ini diharapkan mampu menciptakan sinergi dalam peningkatan kualitas pengajaran, memperkuat sistem kerja guru di setiap centre, serta meningkatkan sistem administrasi dan manajemen program. Dengan demikian, seluruh komponen yang terlibat dapat bekerja secara lebih efektif dalam mendukung pengembangan Black Pearl English Course yang saat ini telah berjalan di 17 centre di berbagai wilayah Papua.
“Melalui Teachers Conference ini, kami ingin membangun kerja sama yang lebih kuat antar guru, saling berbagi pengalaman, serta mencari solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi di masing-masing centre. Walaupun kami berada di lokasi yang berbeda-beda, kami percaya bahwa sistem dan komunikasi yang baik akan memperkuat kualitas program Black Pearl English Course secara keseluruhan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya keterlibatan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung keberlanjutan program ini, termasuk klasis-klasis tempat program berjalan, orang tua, masyarakat serta pemerintah. Dukungan bersama dinilai penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak Papua, khususnya dalam penguasaan bahasa Inggris sebagai salah satu keterampilan yang dibutuhkan di era global.
Selain untuk mendukung pendidikan formal, kemampuan berbahasa Inggris juga diharapkan dapat membuka berbagai peluang bagi generasi muda Papua, termasuk kesempatan mengikuti program internasional seperti Working Holiday Visa di Australia. Melalui pengalaman tersebut, para peserta diharapkan dapat kembali ke Papua dengan pengetahuan dan keterampilan yang dapat digunakan untuk mengembangkan usaha mandiri dan menciptakan lapangan pekerjaan.
Dalam kesempatan yang sama, Yayasan Mutiara Hitam Papua juga mendorong para guru BPEC untuk terus meningkatkan kapasitas diri melalui berbagai program beasiswa dan pendidikan lanjutan. Yayasan berharap para guru tidak hanya berperan sebagai pendidik, tetapi juga menjadi teladan dalam mengembangkan kualitas diri melalui pendidikan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri.
“Kami ingin melihat semakin banyak guru Papua yang memperoleh kesempatan belajar di tingkat yang lebih tinggi. Ketika mereka kembali, mereka dapat berkontribusi secara nyata dalam pembangunan sumber daya manusia di Tanah Papua,” tambahnya.
Penutupan kegiatan Teachers Conference 2026 secara resmi dilakukan oleh Pengurus Yayasan Mutiara Hitam Papua, Mina V. Sarwom, S.P. Dengan berakhirnya kegiatan ini, para peserta diharapkan dapat mengimplementasikan berbagai pengetahuan, keterampilan, dan strategi yang diperoleh selama pelatihan untuk memperkuat pelaksanaan Program Black Pearl English Course di seluruh centre yang telah terbentuk.
Yayasan Mutiara Hitam Papua berkomitmen untuk terus
mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan kapasitas generasi
muda Papua melalui program-program pendidikan yang berkelanjutan dan berdampak
bagi masyarakat.
Writer : Sp











0 Komentar
Silahlan tulis komentar anda